Catatan Akhir Liburan, part 1 : RT-RW Net Speedy

Gara-gara warnet di depan rumah tutup, akhirnya aku kepikiran pasang internet sendiri. Setelah cari-cari info, ternyata telkom baru ngasih diskonan abonemen 40% buat beberapa paket sampai bulan Desember, lumayan lah.. dipake selama liburan. Setelah dihitung-hitung, paket personal time based paling menguntungkan, dengan kecepatan yang cukup memuaskan(kata yang udah make), lebih baik make paket time based, habisnya rada-rada hobi donlot gedhe2. Setelah mengajukan aplikasi pemasangan, malemnya si petugas langsung dateng(kebetulan mereka lagi pasang di deket rumah, jadinya sekalian). Sekitar 1 jam mereka pasang kabel dan setting modem, ternyata masih belum bisa aktif, katanya dari servernya belum diaktifkan, habisnya pengajuannya baru tadi pagi. Paginya, sesuai janji mereka, kucoba lah internetnya, ternyata sudah jalan, dan setelah diperhatikan.. koq downlink 1024Kbps dan uplink 128Kbps? serius nih.. karena harus pergi dulu, kutunda percobaan pembuktian b/w.

Malamnya, langsung aja peralatan kupasang, cari-cari kira-kira barang apa yang gedhe dan menarik untuk di donlot, setelah mencari-cari, diputuskanlah sudah, aku donlot aja lotus symphony, udah dari lama pingin nyoba tuh aplikasi, cuman koneksi aja yang ga mendukung buat donlot. Begitu donlot dimulai, kecepatan mencapai 60KBps(kurang lebih sekitar 480Kbps) menggunakan donlot manager plugin firefox(DownThemAll) 10 thread. Meski tidak bisa secara terus menerus, ternyata kecepatannya bisa mencapai 100-110KBps (sekitar 800-880Kbps), dan.. bisa disimpulkan , up to 1Mbps di iklan telkom speedy ternyata emang ga main-main, telkom tampaknya sedang mengupayakan pencapaian Internet Broadband kecepatan tinggi di Indonesia.

Beberapa hari mencoba performa speedy, akhirnya kuputuskan untuk mengutarakan ideku untuk membuat RT-RW net (istilahnya pak Onno), alias patungan buat langganan Internet. Menurut perhitungan awalku, dengan hanya mengajak minimal 5 orang, aku bisa menikmati Internet unlimited dengan kecepatan yang masih lumayan(1024/5) dengan biaya yang relatif murah(sekitar 165rb per orang), kalo dibandingkan Internet wireless yang banyak ditawarkan, dengan kecepatan 64-128 dibagi 10-15 orang dan biaya antara 250-350rb, solusi patungan speedy jauh masih lebih murah dan menguntungkan.

Tentunya sebelum menawarkan solusi ini, aku harus memiliki perencanaan, pilihannya ada pada penggunaan kabel LAN biasa atau wireless ala Pak Onno, karena ga gitu ngerti soal wireless dan berasumsi bahwa kualitas wireless sulit dijaga konsistensinya, aku memilih solusi kabel LAN biasa. Tapi pilihan itu menimbulkan konsekuensi baru, yaitu.. jarak peserta patungan ga boleh jauh2, kalo dari teori jarak maksimum kemampuan kabel UTP cat5 sih.. 100m, dan.. kalo diliat-liat, yang deket2 itu ga banyak yang punya anak mahasiswa atau computer geeks macam aku ini. Hmm.. tapi masalah ini justru terselesaikan akibat ke-emberan ibu-ibu RT, maklum lah.. anaknya mo ngapa dikit pada cerita.. dan mau ga mau rencana patungan ini tercium oleh ibu-ibu RT dan tak terelakkan lagi para bapak-bapaknya, tak disangka.. permintaan justru meningkat hingga mencapai 10 orang.. wah.. leganya..

Tapi, masalah muncul lagi, kebanyakan permintaan muncul dari tetangga belakang, dan itu berarti jarak tempuh makin jauh. Setelah melakukan survey lapangan, akhirnya diputuskanlah sudah, sebuah switch harus ditaruh di salah satu rumah belakang untuk menghubungkan rumah-rumah belakang dengan sumber Internet. Dari seluruh anggota perkumpulan patungan speedy, kabel terjauh yang diraih sepanjang 85meter, dan Alhamdulillah berjalan dengan baik tanpa hambatan.. mm.. maksudnya transfer datanya, kalo masangnya.. jelas banyak hambatan, mulai dari kekurangan kabel, trus pemasangan konektor yang ngaco (sampe berkali-kali harus ganti konektor), trus.. narik-narik kabel dsb..

Terus terang, meski aku lulusan Ilmu Komputer, aku termasuk bagian yang buta tentang jaringan. Tapi, berhubung aku satu2nya yang ngerti jaringan, dan kalo bayar orang udah pasti anggaran membengkak, ahirnya dengan terpaksa aku belajar jaringan secara kilat dari om google, dari mulai crimping2an, potong2 kabel hingga setup router(router ecek2 sih..). Dan untuk menutupi kekuranganku, aku membeli peralatan yang.. bisa dibilang kualitas bagus, seperti kabel Belden USA Ori, hingga konektor RJ45 AMP asli (isi 50 harganya $15), sayangnya.. tools buat crimpingnya ga sebanding, sehingga beberapa kali gagal memasang konektor (ditambah faktor kurangnya skill)

Total biaya mencapai +-2,5jt dibagi 10 orang (masing2 kena 250rb), dengan rincian sebagai berikut : kabel Belden USA cat 5e Ori 1 roll + 150m tambahan (+- 1,5jt) , router SMC Barricade 2nd tapi bagus(300rb), switch D-Link (200rb), tang crimp + tester (60rb), konektor RJ45 AMP ori isi 50($15), biaya pemasangan(150rb, termasuk modem bawaan), dan LAN card 2 buah(120rb). Karena anggota patungan telah mencapai 10 orang, otomatis biaya per bulan jadi lebih murah, hanya 82,5rb (750rb+PPN 10% / 10 orang), namun karena hinga bulan desember masih dapet diskon 20%, maka sementara per orang dikenakan biaya sekitar 67rb

Dari fakta dilapangan, hingga saat ini tidak ada kendala yang berarti, dari perkiraanku dimana kemungkinan terburuk tiap orang hanya bisa mendapat 10KBps jika digunakan bersama-sama ternyata salah. Menurut pengamatanku, meski semua online (entah ngapain aja sih mereka), aku masih bisa donlot hingga mencapai 50KBps, paling parah sih sekitar 15KBps dimana kemungkinan lagi banyak yang donlot. Dan menariknya, meski donlot dipol-polin ampe 10 thread, browsing ga terlalu terganggu(kalo asumsiku sih telkom punya QoS yang mbedain data biner ama text, dan text punya prioritas lebih tinggi)

Satu lagi yang ga boleh ketinggalan, yang namanya hidup bertetangga, ga enak kan kalo ngapain trus ada apa-apa, nah.. yang namanya internet kan rawan hal2 kayak pornografi dsb.. kan ga enak ntar udah pasang tiba2 diprotes trus pada keluar gara-gara ketauan anaknya liat situs2 ga bener, karena itu aku pake layanan www.opendns.com , yaitu sebuah layanan DNS yang managable. Dengan hanya mengarahkan DNS router kita ke opendns, kita bisa dengan mudah mengatur situs-situs mana yang boleh dan ga boleh, alias kita bisa mengaktifkan parental control melalui situs yang mereka sediakan. Dan.. beres deh, dengan mensosialisasikan fitur ini kepada para ortu, gugur lah kewajibanku kalo ntar tiba2 anak2 mereka ketauan lagi akses situs maksiat (siapa tau mereka makin pinter ngakalin DNS, lha wong ada mbah google yang bisa ditanya-tanya koq)

Terus terang aku merasa puas dengan koneksi telkom speedy saat ini, bayangin aja, dibagi 10 orang masih nyaman2 aja, udah gitu bayarnya jadi murah.. banget, ga nyampe 100rb perbulan. Sekarang ini, aku bisa menikmati layanan last.fm (radio internet yang cerdas, sangat direkomendasikan bagi yang punya b/w lumayan) dengan lancar. Donlot juga lumayan, browsing ga perlu nunggu lama-lama, dan bisa online ampe ditinggal tidur lagi. Hidup serasa nikmat.. sayangnya.. aku ga bisa lama-lama dirumah, sebentar lagi harus balik ke Bandung, back to school.. Tapi lumayan lah, liburan ini bisa ada manfaatnya, setidaknya pengguna internet broadband di Indonesia bertambah 10 orang dengan usaha ini.

Eh iya, sekarang ini.. namaku jadi rada-rada ngetop di perumahan, gara-gara mempelopori patungan RT-RWnet di perumahanku, yang pertama lho.. Dan kayaknya banyak yang tertarik(karena murah dan ga mengecewakan), beberapa orang yang.. ga gitu aku kenal tiba2 menghampiriku(maklum, biasa di depan komputer, jarang ngobrol ama tetangga jauh). Ya.. kayaknya sih efek dari bincang-bincang ibu-ibu arisan dan bapak-bapak tukang ronda😀..

Apakah ini bisa dihitung kontribusi? whatever deh..


About this entry