Cook Battle : New Era of Ingridient

Terus terang orang tuaku berasal dari desa, termasuk suku Jawa asli (tepatnya Jawa Timur), lahir di desa dan gedhe di desa, dan tentu saja selera masakan dan masakannya ala Jawa. Bahkan, bapakku termasuk orang yang cukup kolot terhadap suatu masakan, terutama masakan Jawa asli, maksudnya.. bapakku sulit menerima suatu masakan yang dimodi atau dikreasikan diluar kewajarannya. Misalnya yang namanya sayur lodeh itu ya isinya ada terong, kacang, kacang panjang, daun melinjo, dan tempe..bisa dikurangi atau lengkap saja, tapi jangan ditambah bahan aneh2 misal baso atau bahkan daging sekalipun. Walhasil masakan Ibuku cenderung seperti itu-itu saja, jarang mencoba mengkreasikan suatu masakan dengan jenis bahan baru, paling2 kalo lagi masak 2 jenis masakan (1 normal buat bapak, yang satu nyoba2 buat anak2)Intinya, banyak bahan2 masakan yang sekarang mulai umum tidak kukenal di dalam rumahku. Namun, semenjak aku ngekos dan masak sendiri, akhirnya aku punya kesempatan untuk berinteraksi dengan bahan2 asing itu. Salah satunya adalah bawang bombai, saat ini bahan tersebut sebagai salah satu bahan favorit pengganti bawang merah. Terus terang aku tidak terlalu suka dengan aroma bawang merah jika terlalu banyak, dan ternyata bawang bombai cukup merepresentasikan kebutuhanku, masih beraroma bawang, tapi tidak cukup kuat, dan lebih segar

Bahan lainnya adalah tepung maizena, lagi-lagi Ibuku tak mengenal jenis bahan ini di dalam masakannya, karena emang setauku ga ada masakan Jawa yang make tepung maizena (atau mungkin aku melewatkan salah satu jenis masakan Jawa). Bagi yang ga ngerti kegunaannya, tepung maizena berguna buat mengentalkan kuah, seperti yang biasa dipake di chinese food

Pasta/makaroni. Meski kadang kalo bikin sup , Ibuku suka make makaroni, namun seingatku belum pernah makaroni dijadikan makanan utama pengganti nasi. Nah, karena anak kos yang makannya suka ga teratur, kadang aku males masak nasi dan mending bikin makaroni dimasak kuah (ga tau istilahnya stup pa apa), atau dimasak seperti spageti (dikasih saos dengan daging)

Jamur, nah, yang satu ini sebenernya udah ga asing lagi sih, cuman jarang-jarang aja Ibuku masak pake Jamur, paling kalo makepun makenya Jamur merang. Nah, aku menemukan ada beberapa jenis jamur selain jamur merang yang cukup enak dan menarik untuk dimasak sebagai pelengkap tumis atau sup, sayangnya harga jamur yang enak-enak ini relatif cukup mahal

Paprika. Apalagi bahan yang satu ini, mungkin denger namanya pun Ibuku ga ngerti yang mana barangna (meski kalo dikasih liat pastinya udah sering liat nongkrong di supermarket). Sebenernya aku belum pernah bikin masakan langsung make paprika, cuman beberapa kali nyoba makan, kayaknya tertarik buat make sebagai salah satu bahan pelengkap (tadinya kalo makan ada paprika ga pernah dimakan, kepengaruh ama Sinchan , tapi begitu sekali nyoba ternyata cukup enak). Sayangnya bahan yang satu ini mahalnya minta ampun, satunya bisa mencapai 10ribu di supermarket, dan kalo dipasar.. kayaknya belum pernah liat deh ada di pasar (setidaknya pasar di deket kosku)

;s.h.l.

pemanasan nulis proposal tesis


About this entry