Nobody is Innocence

People’s behaviors are guided by a sequence of need, every human possess unique quality that enable them to make independent choice, thus giving them control of their destiny – Abraham Maslow-

Kata-kata ini sebenernya aku dapet dari slide materi kuliah Manajemen Proyek dan Perubahan yang semalem aku pelajari, teori ini sebenernya terkait dengan Human Resource Management dimana needs yang dimaksudkan diantaranya adalah psikologi, keamanan, sosial, gengsi, dan aktualisasi diri. Tapi bukan masalah HRM ataupun Manajemen Proyek yang sebenarnya ingin aku tuliskan kali ini, mm.. anggap saja berupa pendapat atau pemikiran liar mengenai perilaku manusia.

Kembali ke teori Maslow, dari pernyataan beliau,  aku mengambil sebuah kesimpulan bahwa pada dasarnya perilaku manusia itu dipengaruhi oleh kebutuhannya, dan manusia bisa menjadi apapun dalam rangka memenuhi kebutuhannya tersebut. Masalahnya, apa saja yang menjadi kebutuhan dan kebutuhan mana yang paling mempengaruhi perilaku? Maslow menyatakan lima kebutuhan dalam bentuk piramida (psikologi paling bawah, dan aktualisasi diri paling atas) untuk menyatakan tingkatan kebutuhan, dimana jika kebutuhan pada piramida yang dibawah telah terpenuhi, maka kebutuhan akan naik pada tingkatan berikutnya.

Pertanyaannya adalah, kebutuhan mana yang paling mempengaruhi perilaku seseorang? Tentu saja yang belum terpenuhi. Pertanyaan selanjutnya, jika seseorang telah mencapai tingkatan kebutuhan tertinggi, apakah berarti semua kebutuhan dibawahnya juga telah terpenuhi? Misal saja seorang eksekutif muda sukses dimana dirinya telah mencapai tingkatan kebutuhan antara gengsi dan aktualisasi diri, apakah itu berarti secara psikologi, sosial, dan keamanan kebutuhannya telah terpenuhi semuanya? Belum tentu..

Masalahnya apa sih? Keluar dari teori hirarki kebutuhannya Mr.Maslow, tapi masih tetep pada teori prilakunya. Let’s say kebutuhan manusia itu macem-macem, dan salah satunya akan mempengaruhi perilakunya. Tapi yang mana? Ya.. tentu saja yang belum terpenuhi, hm.. sederhana juga kayaknya, tapi coba gini.. tanyakan pada diri sendiri, kebutuhan apa yang belum terpenuhi, jika lebih dari satu , sebutkan mana yang paling butuh/kuat, hm… ga gampang juga sih. Kita kembali ke ilustrasi eksekutif muda yang sukses, dia mungkin akan menjawab bahwa kebutuhannya yang paling kuat saat ini adalah antara gengsi dengan aktualisasi diri, namun jawaban itu belum tentu benar, karena bisa jadi pikiran atau perasaan tersebut muncul akibat tekanan sosial, atau aktifitas sehari-hari (karena tiap hari dikejar-kejar target, dia pikir aktualisasi diri-lah yang paling kuat). Tapi, alam bawah sadarnya mungkin berkata lain, yup.. alam bawah sadarlah yang mengetahui kebutuhan manusia sebenarnya.

Taruhlah si eksekutif muda punya kebutuhan paling kuat terhadap kekuasaan atau power, bisa diasumsikan bahwa setiap perilaku atau aktifitasnya dalam memenuhi kebutuhan semunya (aktualisasi  diri dan gengsi) akan mengandung unsur kebutuhan akan kekuasaan, seperti dominasi ataupun arogansi, mengenai seberapa besar keterlihatannya atau pengaruhnya tergantung seberapa kuat pikiran sadarnya menekan kebutuhan tersebut. Pertanyaan berikutnya, mengapa harus ditekan? karena alam sadar atau pikirannya berkata bahwa kebutuhannya adalah aktualisasi diri dan gengsi, bukan kekuasaan. Kebutuhan sesungguhnya akan muncul secara utuh ketika pikiran sadar sudah tidak dapat mengendalikannya alias dikuasai oleh emosi (pas lagi marah, bete dsb) atau ketika memang dirinya menyerahkan jalan hidupnya pada instingnya.

OK, mari kita kelompokkan saja kebutuhan menjadi 2, yaitu kebutuhan primitif, dan kebutuhan tingkat tinggi. Kebutuhan primitif merupakan kebutuhan dasar yang bisa ditemui pada hewan, spt kekuasaan, rasa aman, rasa disegani, sex, lapar, dsb. Sedangkan kebutuhan tingkat tinggi merupakan kebutuhan manusia yang bisa dipengaruhi oleh lingkungan sosial, strata sosial, pendidikan, dan pekerjaan, seperti aktualisasi diri, gengsi, populartias, pertemanan, dsb. Kebutuhan primitif harus dikendalikan untuk dapat mendukung pemenuhan kebutuhan tingkat tinggi, dan jika tidak dikendalikan justru akan berakibat munculnya sifat buas. Sebagai contoh kebutuhan akan kekuasaan jika dikendalikan dapat mendukung kebutuhan pencapaian diri (menjadi pemimpin yang tegas tapi rasional), dan jika dilepas akan memunculkan sifat arogan yang berbahaya. Intinya, tiap orang punya 2 tipe kebutuhan itu, dan tiap orang pasti punya satu atau lebih kebutuhan primitif yang tidak terpenuhi, dan yang membedakan kualitas seseorang dengan yang lainnya adalah bagaimana mengendalikan dan memanfaatkan kebutuhan primitifnya.

Nah, karena tiap orang punya kebutuhan primitif, artinya tiap orang juga punya potensi untuk berubah liar , minimal jika kehilangan kendali terhadap pikiran sadarnya (suka dibilang.. are you lost your mind?) Kembali lagi pada teori Maslow, tentang bahwa tiap orang bisa menentukan takdirnya masing-masing.  Secara kasar, dapat dikatakan bahwa perilaku manusia itu bisa berubah sewaktu-waktu diluar dari kaidah sosial maupun masa lalunya. Artinya, bukannya ga mungkin seorang penjahat psikopat masa lalunya nampak normal dan baik-baik saja

Teori apaan sih ini, bullshit banget (bukan teorinya Maslow lho..). Sebenernya aku cuman mo ngomentarin kejadian yang menimpa artis MZ yg baru-baru ini rame dibicarakan di infotainment. Bukannya mo menganalisis siapa yang benar dan salah, cuman mo menanggapi beberapa komentar orang2 terdekatnya yang menyatakan kalo si MZ itu ga mungkin kayak gitu, dia tuh anak baik2, kecilnya aja ga tega bunuh semut dsb.. Aku cuman mo bilang kalo setiap orang mungkin saja melakukan apapun atau menjadi apapun, tanpa memperhatikan latar belakangnya, nobody is innocence, so.. trust nobody..

;s.h.l.
gagal ujian…


About this entry