Ujung Genteng, Road to The Lost Paradise : Part 1, Dealing with Mr.Black

Do you know anything about heaven? paradise? Well.. I’m not really sure, tapi satu hal yang aku pahami, bahwa surga itu terkait dengan sesuatu yang indah, nikmat, mempesona, dan semacamnya. Dan menurutku, banyak hal-hal di dunia ini yang layak disebut surga.. ya.. setidaknya surga dunia. I love travelling, meski aku punya penyakit yang namanya navigation disability (penyakit karanganku sendiri, gara2 susah ngapalin jalan). Terkait dengan jalan-jalan, ada satu hal yang aneh yang menjangkit komunitasku, kami ga bisa merencanakan suatu perjalanan jauh-jauh hari sebelumnya, alias harus direncanakan dadakan supaya terlaksana.

Sekitar sebulan lalu, dalam rangka merayakan ulang tahunnya, Maya ngajakin para mahasiswa ga jelas (aku, Igun, Tiko, Wawan) dan para pekerja stress (Bayek,Lina) yang suka diajakin jalan-jalan ga jelas. Salah satu rencana brilian waktu itu adalah termasuk belum dapet rentalan mobil pas hari H nya. Berhubung waktu itu cuman aku makhluk Bandung yang sedang berada di tempat, aku kebagian cari rentalan mobil dengan target tanpa sopir dan bisa langsung dibawa malam itu juga. Sampailah diriku pada petualangan bertransaksi dengan Mr.Black

img_2504
Siapa Mr.Black? Meski bukan bagian dari tim perjalanan itu, tetapi dia sangat berperan dalam menyukseskan dan mewarnai perjalanan tersebut. Dia adalah seorang bandar rental underground. Bandar Rental Underground? disebut Underground emang karena rentalannya rada ga jelas, dan disebut bandar karena gayanya udah kayak bandar narkoba atau barang ilegal. Gimana ga aneh tuh orang, bayangin aja, waktu pertama kali nelpon cari tau info soal rentalan, malah aku yang ditanya-tanya , udah gitu gayanya kayak interogasi dengan nada parno, seolah-olah seharusnya nomor telpon dia ga boleh ada yang tau selain orang-orang yang udah dipercayanya.

Trus, waktu transaksi juga sedikit misterius, ga ada kantor, cuman di sebuah warung kopi remang-remang. Waktu pertama kali ketemu, tadinya aku kira langsung bisa transaksi, e.. ternyata cuman ketemuan dulu, seolah-olah dia mau memastikan dulu siapa client-nya –apa ada tampang polisi atau enggak– sebelum kasih liat barangnya. Udah gitu penampilannya mirip-mirip pengedar kayak di film-film barat, badan gedhe, kulit item (tapi yang ini item arab), jenggotnya tebal agak panjang tapi ga punya kumis, pakaiannya ala rapper termasuk topi rap-nya, pake kacamata frame tebal plus anting-anting di telinganya. Cuman tampangnya sebenernya ga serem-serem amat, dari senyumnya keliatan baik, begitu dia udah percaya, pokoknya urusan jadi gampang deh

Belakangan ketauan kalo nama aslinya Kevin… kata anak-anak sih.. ga banget namanya, ga sesuai ama tampangnya.. he..he.. Oh iya, beberapa minggu setelahnya, waktu temen sekosku mau pinjem mobil, dia ga mau ngasih tau tempet ketemuannya, dia cuman bilang untuk ambil mobilnya bareng aku di tempet biasa . Itulah sedikit cerita tentang Mr.Black, meski sedikit aneh, tetapi gara-gara dia , liburan kami serasa lebih afdhol (habisnya kebanyakan rentalan di Bandung wajib make sopir). Kami akhirnya berangkat dari Bandung sekitar pukul 23.30 setelah sebelumnya mampir ke ampera Cihampelas buat ngisi perut. Berbekal Avanza silver, kami ber-6 (akhirnya Lina ga jadi ikut, katanya harus nglembur ngurusin audit di kantornya) meninggalkan Bandung menuju Puncak.. lho.. koq ke Puncak? Yup.. kebetulan waktu itu sepupunya Tiko lagi ada acara di Puncak dan pas ga ada kerjaan, jadi sekalian diangkut buat meramaikan perjalanan.

Setelah berhasil melakukan penculikan.. eh.. penjemputan terhadap Mas Andri (sepupunya Tiko), kamipun langsung meluncur menuju sasaran, sebuah kawasan agak terpencil di ujung Kabupaten Sukabumi. Kawasan yang konon katanya menyimpan banyak Pesona, suatu tempat yang mungkin layak disebut surga dunia yang hilang, namanya pun juga mengarah menuju kesana… Ujung Genteng.. The Lost Paradise, here we come..

img_2482


About this entry