Ujung Genteng , Road to The Lost Paradise : Part 3 , Journey to The Inside of The Earth

Dari lokasi curug cikaso, goa yang kami tuju lokasinya tidak terlalu jauh, hanya memakan perjalanan sekitar 15 menit. Setelah melintasi jalanan berbatu (oh iya, sebagian besar tempat wisata dicapai dengan melintasi jalanan tanah dan berbatu, saranku sih.. bawa kendaraan offroad alias 4×4, bakalan lebih seru). Kali ini tempatnya lebih ga jelas lagi, ga ada retribusi atau tempat parkir khusus, bahkan untuk parkir pun harus nebeng di lahan penduduk. Goa yang kami tuju namanya Goa Gunung Sunggig, lagi-lagi namanya tampaknya diambil dari nama daerahnya , mungkin nama desa. Goa ini sedikit berbeda dengan goa-goa yang umum dikunjungi, jenis goanya sih normal, alias masih horizontal, cuman yang jadi rada unik goa tersebut semacam goa milik pribadi. heh, pribadi?

img_2700

Pribadi artinya ga setiap orang bebas keluar masuk goa, harus izin dan bersama-sama juru kuncinya, dan juru kunci yang satu ini benar-benar juru kunci tulen, asli, original, ga cuman julukan. Untuk menuju rumah juru kunci, kami diantar penduduk sekitar, biayanya 5 ribu (tapi kami ngasihnya 10ribu, btw disna semua jasa udah standar dan jelas harganya). Setelah juru kunci selesai mempersiapkan peralatan (petromak), kamu bergegas menuju lokasi (berhubung hari udah sore, dan kami berencana mau ngejar sunset), sayangnya ga semuanya mau ikut menyusuri goa(bayek milih nunggu di mobil). Menariknya, ga ada jalan khusus yang kami lalui untuk menuju goa, kami harus melewati jembatan dari bambu, jalan setapak, dan pematang sawah untuk tiba di goa, bahkan goanya pun cukup tersembunyi, pintu masuknya berada di bawah permukaan tanah disana.

img_2675

Seperti yang udah aku bilang tadi, nih juru kunci emang beneran juru kunci, ternyata pintu masuk goa itu dikunci, dan yang punya kunci cuman si juru kunci itu sendiri. Pintunya pun cukup unik, bentuknya persegi, ukurannya cuman sekitar 100x50cm yang terbuat dari besi (jadi nampak kayak box gardu listrik). Namun begitu masuk goa, ruangannya makin lama makin besar dan… benar-benar luar biasa bagus.. bentuk kontur dinding dan langit-langitnya.. menakjubkan pokoknya. Di goa tersebut banyak terdapat cabang-cabang, karena itu itu menyusurinya dibutuhkan pemandu alias si juru kuncinya, menurut beliau total luas goa itu mencapai 6 hektar lebih, dan konon salah satu cabangnya ada yang bisa tembus kota Banten (katanya dulu dipake buat gerilya.. tapi rada ga jelas sih, habisnya beliau ngomongnya make bahasa sunda,dan yang paling fasih bahasa sunda disitu cuman Tiko)

img_2676 img_2677

Sebenernya perjalanan menyusuri goa tersebut lamanya tergantung dari permintaan, kalau mau katanya bisa mencapai 2 jam perjalanan, namun karena rencananya ngejar sunset dan kami juga udah ngerasa kepanasan (petromaknya panas banget) dan juga emang ga siap buat ekspedisi goa, jadi kami cuman menyusuri goa tersebut selama 15 menit, itupun sudah sangat puas dengan disuguhkannya pemandangan goa yang indah dan elok. Yang tak terduga, setelah perjalanan usai, ternyata biaya jasa dari juru kunci itu lumayan mahal, beliau bilang 15 (aku pikir tadinya 15 ribu), ternyata 150 ribu sekali perjalanan (salah kami juga sih tadi ga nanya dulu). Tapi berapapun itu, worthed koq, dan kami merasa cukup puas (kurang puasnya karena kami dikejar-kejar waktu)

img_2701 img_2680

Begitu urusan administrasi beres, kami langsung bergegas menuju tempat parkir mobil, disana bayek sudah menunggu dan mobilpun sudah diposisikan untuk segera meluncur. Begitu semua naik, kami langung tancap gas, tentunya ga bisa langsung ngebut, habis jalanannya masih tanah dan batu. Tapi begitu mencapai jalan beraspal, kecepatan langsung diposisikan pada titik optimal . Emang sih ga bisa sengebut pagi, habisnya jalanan rame gerombolan motor yang terus melintas, ga tau mereka dari mana atau dari acara apa, yang jelas jalanan relatif rame, dan jam menunjukkan sebentar lagi matahari akan terbenam, tapi sayangnya langit tampak mendung..

img_27021


About this entry