Teori Beban Informasi

Kalau kita memperhatikan kebiasaan-kebiasaan orang-orang di sekitar kita, ada hal-hal yang berlaku umum di hampir seluruh tempat yang didiami manusia, seperti mengapa orang senang sekali dengan gosip, membicarakan orang lain, membicarakan hal-hal yang muncul di media, menulis hal-hal yang ada di pikirannya pada sebuah blog atau pada situs-situs lainnya yang bersifat publikasi, atau mengapa orang terkadang butuh mencurahkan isi hati atau pikirannya kepada orang lain. Saya mencoba mengaitkan fenomena tersebut dengan peranan suatu informasi dimana saya menyebutnya sebagai suatu teori beban informasi

Sebelum mencoba menguraikan mengenai teori beban informasi ini, perlu saya ingatkan bagi siapapun yang membaca tulisan ini, bahwa teori ini tidak terlahir dari penilitian ilmiah ataupun aktifitas semacamnya , ini hanyalah teori iseng berdasarkan pada pengamatan tanpa adanya pembuktian ilmiah apapun.

Teori beban informasi adalah suatu teori yang menyatakan bahwa setiap informasi memiliki suatu beban yang ditanggung oleh orang-orang yang memiliki informasi tersebut, dimana semakin banyak orang yang memiliki informasi tersebut, maka akan semakin kecil pula beban yang ditanggung dari orang-orang yang memilikinya. Memiliki informasi didefinisikan sebagai suatu pemahaman terhadap makna dari informasi yang didapat secara sadar.

Setiap informasi memiliki beban yang berbeda-beda, semakin besar beban yang dimiliki suatu informasi maka akan semakin sulit bagi pemilik informasi tersebut untuk menyimpannya, sebagai contoh betapa sulitnya menyimpan suatu rahasia(informasi yang hanya dimiliki oleh sedikit orang). Menyimpan informasi dapat didefinisikan sebagai suatu aksi menjaga suatu informasi baik secara makna maupun secara penyebarannya.

Beban informasi muncul dikarenakan sifat alamiah manusia yang selalu mencari suatu kebenaran , perilaku tersebut menyebabkan setiap informasi yang didapat oleh manusia harus disampaikan kepada orang lain untuk memperoleh konfirmasi akan kebenarannya. Karena kebenaran absolut tidak mungkin didapatkan, maka kebenaran akhirnya diukur dari banyaknya konfirmasi yang didapat terhadap kebenaran dari informasi tersebut. Semakin banyak orang yang berpandangan sama terhadap informasi tersebut, maka semakin ringan beban yang ditanggung oleh orang-orang yang memiliki informasi tersebut dengan pandangan yang sama, karena itu semakin luas penyampaian suatu informasi semakin besar pula peluang untuk meringankan beban dari informasi tersebut.

Beban suatu informasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut :

  • Objek atau subjek informasi, semakin banyak keterkaitan antara objek atau subjek informasi dengan orang-orang, maka akan semakin besar beban informasi tersebut, sebagai contoh beban  dari informasi mengenai presiden akan lebih besar daripada beban dari informasi mengenai ketua RT kita
  • Muatan informasi,  (postif – negatif), semakin negatif muatan suatu informasi maka akan semakin besar beban dari informasi tersebut
  • Jumlah variasi informasi, semakin banyak variasi informasi alias semakin simpang siur suatu informasi, maka akan semakin besar beban dari informasi tersebut
  • Kelengkapan informasi, semakin lengkap suatu informasi maka bebannya akan makin kecil, sebaliknya jika informasi tidak lengkap, maka bebannya akan semakin besar, sebagai contoh sebuah trailer akan memberikan beban informasi yang lebih besar daripada film itu sendiri.

Dari teori ini.. tidak heran kalau orang-orang suka menggosip, suka membicarakan hal2 yang sedang hangat di media, terutama yang beritanya masih simpang siur, menyangkut orang-orang atau hal-hal besar, menceritakan kehidupan, perasaan, dan pemikirannya melalui blog atau situs-situs yang menyediakan media untuk mempublikasikan informasi dengan berbagai cara (social network, micro blogging, dsb), atau menceritakannya langsung ke orang-orang didekatnya, alias curhat.

Ngomong-ngomong soal curhat, kalau beban dari suatu informasi itu sudah semakin berat bagi pemilik/penyimpannya, ga harus dipaksa, cukup dipancing-pancing dikit maka akan keluar semua apa yang ada di kepala atau di hati, bahkan ga ada angin ga ada hujan bisa tiba-tiba saja orang begitu saja menceritakan isi hati dan pikirannya, alias kalo anak sekarang bilangnya curcol.

Sahal Arafat Zain

;s.h.l.


About this entry