Truth or happiness..

Truth or happiness, never both” , kata-kata ini sebenarnya muncul dari sebuah serial TV Amerika Lie To Me, kata-kata ini diucapkan oleh Dr.Cal Lightman, karakter utama dari serial tersebut yang memiliki kemampuan dalam membaca ekspresi wajah manusia, atau lebih gamblangnya sebagai Human Lie Detector. Meski hanya berasal dari serial TV, namun kata-kata ini cukup menggelitik pikiranku dan beberapa orang penonton setia serial TV tersebut, termasuk beberapa orang yang mendengar kata-kata tersebut meski belum pernah menonton serial TV tersebut.

Menggelitik yang kumaksudkan berarti macam-macam, ada yang percaya bahwa hidup memang demikian (meski tidak terlalu serius percaya), ada yang menganggapnya sekedar  sebagai sebuah kata-kata klise atau joke yang unik, ada yang menanggapinya sambil lalu, dan bahkan ada yang secara serius menolak pernyataan itu. Yah.. namanya juga manusia, beda pandangan itu hal biasa.

Saya sendiri sebagai orang yang senang mengamati perilaku manusia, melihat bahwa kata-kata tersebut sebagai suatu hal yang masuk akal karena seringkali saya temui, terutama dalam hal-hal yang terkait dengan hubungan antar manusia, entah itu hubungan pertemanan, percintaan, keluarga, profesional, atau bahkan hubungan politik. Banyak momen dimana manusia harus menjaga perasaan orang lain dengan menutupi beberapa fakta atau kebenaran.

Truth or happiness bukanlah suatu konsep yang begitu saja diartikan sebagai kebenaran hanya dapat terungkap dengan disertai kepahitan atau kesengsaraan atau kesedihan, atau  kebahagiaan hanya dapat terwujud dengan adanya kebohongan. Menyimpan fakta atau kebenaran tidak dapat dikatakan menyampaikan kebenaran tetapi juga bukan berarti sebagai suatu kebohongan, begitu juga rasa netral, hambar, tidak sedih dan tidak senang, biasa saja tidak dapat dikategorikan sebagai suatu kebahagiaan, namun bukan pula sebagai suatu kesedihan, kesengsaraan, ataupun kepahitan. Artinya ada suatu titik tengah antara kebenaran dan kebohongan, dan antara kebahagiaan dan kesedihan.

Truth and happiness.. seandainya kita tahu kebenaran akan semua hal di dunia ini, akankah itu semua membuat kita bahagia? Kalau menurut pendapat saya.. jawabannya tidak. Misteri, fantasi, imajinasi membuat manusia selama ini termotivasi untuk terus maju, mendapati harapan dan kebahagiaan dalam mencapainya. Kebenaran hanya akan membuat kita bahagia ketika sesuai dengan apa yang kita inginkan, sayangnya hanya sebagian kecil dari kebenaran yang sesuai dengan keinginan kita, karena kebahagian memang tidak diciptakan untuk membahagiakan, tetapi untuk memberikan penegasan mana yang benar dan mana yang salah. Tetapi apakah mungkin keduanyabisa selalu hadir bersamaan? Mungkin jika kehidupan anda dan orang-orang disekeliling anda begitu sederhana, tulus, dan lurus-lurus saja.. bisa jadi. Sayangnya kehidupan seperti itu hanya fiksi, setidaknya itu yang saya tau hinga saat ini.

Manusia dibekali kemampuan untuk memilih dan memilah, termasuk dalam memilih dan memilah kebenaran mana yang perlu disampaikan dan mana yang sebaiknya tetap disimpan untuk kebaikan bersama. Kebenaran yang disampaikan secara berlebihan atau terlalu detail justru tidak akan menimbulkan kebahagiaan. Bayangkan jika anda bertemu seorang wanita cantik, anda perhatikan meskipun dia cantik tetapi ada beberapa hal yang kurang, jika anda mengatakan padanya sedikit kebenaran bahwa dia cantik, dia akan merasa senang, tetapi jika anda mengatakan semua kebenaran yang anda pikirkan termasuk mengenai kekurangannya menurut anda.. apakah itu akan membuat wanita itu tetap merasa senang? Mungkin kalau dia mengenal anda dengan baik dia akan berfikir itu sebagai kritik membangun, tetapi jika tidak.. dia akan berfikir lain.

Intinya adalah bahwa hidup ini tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan, dan manusia adalah makhluk yang sangat kompleks. Terkadang atau bahkan nantinya kita akan sering menemui situasi dimana kita harus memilih, antara mengungkapkan kebenaran yang menyakitkan atau menyimpan kebenaran dan memberikan suatu kebahagiaan atau setidaknya ketenangan. Namun demikian, setiap pilihan memiliki resiko , karena itu kita harus bisa memahami tiap-tiap resiko dari setiap keputusan dan pilihan kita, sehingga apapun hasilnya nanti kita telah siap untuk menghadapi dan menanggungnya.

Happiness is a mind trick, nothing is real

Within the truth there is a pain, behind a happiness lies a lie

Truth or happiness, never both

;s.h.l.


About this entry